Sejarah Nagari


Berdasarkan asal–usul warga yang diperoleh dari keterangan orang tua serta tokoh masyarakat bahwa nenek moyang Nagari Batu Hampa berasal dari Kabupaten Solok. Mereka sampai di Batu Hampa setelah melalui perjalanan dari Taratak Sungai Lundang dan menelusuri aliran Batang Tarusan akhirnya mereka menemui sebuah batu yang terhampar ditepi Batang Tarusan yang dijadikan sebagai tempat tinggal bagi mereka. Mereka memberi nama tempat tersebut “Batu Hampar”.

Sebelum dikeluarkannya Undang–Undang Nomor 5 Tahun 1979 Nagari Batu Hampa merupakan sebuah wilayah kenagarian yaitu Nagari Batu Hampar yang dipimpin oleh seorang kepala pemerintahan yaitu Wali Nagari. Hal ini sudah ada sejak pemerintahan Belanda yang diangkat langsung oleh pemerintahan kolonial. Wali Nagari tersebut bertanggung jawab kepada nagarinya. Wali Nagari yang ke–15  dijabat oleh Munir, Dt. Mudo periode 1977–1784. Nagari Batu Hampar saat itu dibagi menjadi 4 (empat) kampung yaitu Kampung Tarandam dipimpin oleh Munap T, Kampung Batu Patah dipimpin oleh Bakri Can, Kampung Koto dipimpin oleh Boya dan Kampung Sawah dipimpin oleh Bakhtiar. Periode 1985–1990, 4 (empat) wilayah kampung tadi kembali menjadi desa yaitu Desa Tarandam dipimpin oleh Anis, Dt. Rajo Alam, Desa Batu Patah dipimpin oleh Bakri Can, Desa Koto dipimpin oleh Boya dan Desa Sawah dipimpin oleh Baktiar. Pada Periode 1991–2000, wilayah desa digabung menjadi 2 (dua) desa yaitu Desa Batu Hampar (Desa Tarandam dan Desa Batu Patah) dipimpin oleh Anis, Dt. Rajo Alam dan Desa Sako (Desa Sawah dan Desa Koto) dipimpin oleh Syamsir Can.

Dengan lahirnya Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pokok–Pokok Pemerintahan Nagari serta ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Nomor 17 Tahun 2001 tentang Pokok–Pokok Pemerintahan Nagari (yang diperbaharui melalui Peraturan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Nomor 8 Tahun 2007), maka berubahlah bentuk pemerintahan terendah di Provinsi Sumatera Barat dari Pemerintah Desa menjadi Pemerintahan Nagari. Sehingga Pada tahun 2001–2008 pemerintahan Nagari Batu Hampa dipimpin oleh Basri Akhir, Dt. Sati terdiri dari 4 (empat) kampung yaitu Kampung Batu Hampa, Kampung Batu Patah, Kampung Koto dan Kampung Sawah. Pada tahun 2010 Wali Nagari Batu Hampa dijabat oleh Basrizal, Bagindo Rajo, dan pada tahun 2011 Wali Nagari dijabat oleh Saiful. Pada tahun 2012 terjadi pemekaran Nagari Batu Hampa menjadi 2 (dua) nagari yaitu Nagari Batu Hampa yang dipimpin oleh Saiful dan Nagari Batu Hampar Selatan yang dipimpin oleh Andi Hasan. Pada tanggal 3 bulan mei tahun 2018 Nagari Batu Hampa kembali melakukan pemilihan Wali Nagari secara langsung. Pada pemilihan tersebut terpilihnya Rino Rahma Putra, S.Psi sebagai Wali Nagari Batu Hampa periode 2018–2024.


Comments



Kirim Komentar